Saturday, September 18, 2010

MARA KEHADAPAN


Terus mara kehadapan. Nostalgia hitam yang lalu biarkan ia sebagai sejarah yang mematangkan kita. Sebuah medium koreksi diri. Usah biarkan ia menjadi tragedi yang mengahantui setiap gerak langkah kita. Dengan kembali kepada kesedihan masa lalu, bererti kita menyediakan ruang keresahan masa sekarang dan akan datang. Kesedihan lalu tak ubahnya seperti api yang terus membakar kegembiraan sekarang.


Membuka kembali kelemahan yang lalu hanya merosakkan suasana yang ada dan menyiakan perjuangan yang selama ini yang sudah dilakukan. Kelemahan yang lalu sudah luput kerana ia telah kita perbetulkan. Maka, ia telah menjadi suatu kekuatan waktu sekarang.


Kritikan yang benar dan pedih yang dihujankan kepada kita, anggaplah ia sebagai penghargaan daripada mereka yang begitu cakna dengan gerak geri kita. Teguran daripda Ilahi melalui hamba-hambaNYA yang terpilih. Syukur, masih ada yang begitu sayang dan tidak sanggup melihat kita daripada tersasar jauh.


Mengharapkan penghargaan dan ucapan terima kasih merupakan penantian yang sia-sia . Malah, kita telah menyiksa diri kita lantaran terlalu mengharapkan keduanya. Suatu yang tidak pasti dan susah diramalkan, suatu misteri tidak terungkaikan. Maka, persiapkanlah diri kita kepada yang jelas dan pasti.


Kita seringkali memikirkan sesuatu yang telah hilang, luput dari penglihatan. Sehingga kita lupa mengsyukuri apa yang ada di hadapan kita. Kita terus-menerus dikuasai perasaan sedih kerana kekurangan material, padahal kita masih memiliki kunci kebahagiaan, memiliki sejambak kebaikan, dan pelbagai kenikmatan lainnya. KalamNYA sentiasa memotivasikan kita.


“Pada diri kalian juga terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah. Apakah kalian tidak memerhatikannya?”

(Adz-Dzariyat: 21)

Ditulis Oleh : rijal88 // 8:36 AM
Kategori:

0 comments:

Followers

 
Powered by Blogger.